• Home
  • Artikel
  • Kirim Tulisan
  • Tentang Kami
  • Kontak
Menu
  • Home
  • Artikel
  • Kirim Tulisan
  • Tentang Kami
  • Kontak
Home Al-Qur'an dan Tafsir

Makna Muhkam dan Mutashabih menurut sudut pandang Tabari danZamakhsyari

by admin_seratlontar
4 September 2024
Makna Muhkam dan Mutashabih

Makna Muhkam dan Mutashabih

Review Artikel Sahiron Syamsyuddin, judul Artikel: Muhkam and Mutashabih: An Analytical Study of al-Tabarl’ s and al-Zamakhshari’s Interpretations of Q.3:7

SERATLONTAR – Perdebatan mengenai muhkam dan mutashabih dalam studi Al-Qur’an selalu menarik untuk diperbincangkan. Terlebih perdebatan tersebut berkaitan dengan makna Muhkam dan Mutashabih.

Perdebatan ini menurut Syamsu Nahar dalam artikelnya, berkutat terhadap apakah arti dan makna yang terkandung dalam ayat-ayat mutasyabih dapat juga diketahui oleh manusia atau hanya Allah saja yang mengetahuinya.

Baca Juga

What’s modern about modern tafsīr? A closer look at Hamka’s Tafsīr al-Azhar

One Day One Juz: Komunitas dalam Kehidupan Beragama di Era Digital

Masalah ini didasari atas Al-Qur’an surah  Ali Imran ayat 7, ada dua problem utama yang seringkali menjadi pembahasan dalam ayat ini.

Adanya ungkapan tunggal ummul kitab dan kata waw pada penggalan ayat wa maa ya’lamu ta’wiilahu illallah wa rasikhuuna, waw di antara kalimat Allah dan orang-orang yang berilmu dimaknai sebagai apa.

Karena jika dipahami waw yang berbeda (athof dan istisna), akan melahirkan penafsiran yang berbeda pula.

Sahiron Syamsuddin, pakar hermeneutika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berusaha untuk masuk ke dalam perdebatan ini dengan menampilkan penafsiran dari dua tokoh klasik, yakni ath-Thabari dan al-Zamakhsyari, dalam artikelnya yang berjudul, Muḥkam and Mutashabih: An Analytical Study of al-Ṭabarī’s and al-Zamakhshari’s Interpretations of Q. / 3:7.

Hasil Penelitia Sahiron terhadap Makna Muhkam dan Mutashabih Menurut Dua Mufasir

Perbedaan Mendasar Thabari dan Zamakhshari dalam Penafsiran

Menurut Sahiron, perbandingan atas penafsiran kedua tokoh ini memiliki signifikansi yang cukup besar.

Pertama, keduanya memiliki metode yang berbeda dalam menafsirkan al-Qur’an, ath-Thabari merepresentasikan tafsir bil matsur (dengan riwayat) dan al-Zamakhsyari tafsir bil ra’yi (dengan akal).

Kedua, ath-Thabari dan al-Zamakhsyari berasal dari aliran teologis yang berbeda (Mu’tazilah dan Sunni).

Ketiga, mu’tazilah dan sunni memiliki dua hasil penafsiran yang berbeda, mu’tazilah yang diwakili al-Zamakhsyari membolehkan penafsiran mutasyabih dengan meletakkan legitimasi penafsirannya atas Surah Al-Imran ayat 7.

Baca Juga: Pendekatan dalam Meneliti Al-Qur’an menurut Angelina Neuwrith

Metode Kedua Mufasir dalam Memaknai Surah Ali Imran Ayat 7

Penting untuk dilihat mengapa ada sebagian yang berani menyandarkan kebolehan menafsirkan ayat-ayat mutasyabih dalam konteks ini.

Diawali dengan pertanyaan, mengapa perdebatan mengenai muhkam dan mutasyabih ini sudah ada sejak saat Al-Qur’an itu muncul, Sahiron menganalisis penafsiran Thabari dan Zamakhsyari secara mendalam. Sahiron Kemudian membandingkannya.

Menurut Sahiron, dalam menafsirkan surah Ali Imran ayat 7, ath-Thabari dan al-Zamakhsyari menggunakan dua metode yang berbeda. Ath-Thabari mengkombinasikan antara metode leksikal (Menafsirkan ayat dengan ayat al-Qur’an lainnya) dan bahasa, sedangkan al-Zamakhsyari bersandar kepada aspek bahasa (lexical materials) saja.

Berangkat dari metode yang berbeda tersebut, Sahiron membahas tiga kata kunci yang menjadi inti penafsiran. Kata kunci tersebut ialah, muhkamat, mutasyabih, dan umm al-kitab.

Makna Muhkam dan Mutashabih dan Umm Al-Kitab

Makna Muhkam

Menurut Sahiron, mengenai definisi muhkamat, Thabari dan Zamakhsyari memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda. Mereka sepakat muhkamat ialah ayat yang jelas pengungkapannya dan ada penjelasan (bukti/dalil) yang terperinci mengenainya.

Walaupun sebenarnya, pendapat mereka memiliki alasan yang berbeda. Perbedaan yang signifikan muncul dalam pendefinisian ayat-ayat mutasyabih, terutama mengenai boleh atau tidaknya menafsirkan ayat mutasyabih.

Makna Mutasyabih

Ath-Thabari memaknai mutasyabih sebagai materi yang tersembunyi dalam al-Qur’an. Yakni, sebuah pengetahuan yang hanya boleh didefinisikan atau hanya diketahui oleh Allah.

Seperti, problematika mysterious letters atau huruf al-Muqatha’ah, kapan tibanya hari kiamat, kapan munculnya Nabi Isa dan Dajjal sebelum hari kiamat kelak dst.

Sedangkan, al-Zamakhsyari memahami ayat mutasyabih sebagai sesuatu yang tidak hanya Allah saja yang mengetahui maknanya, bisa pula dipahami oleh ar-Rosikhuna fil-ilmi juga (orang yang memiliki pengetahuan) tidak terbatas pada Tuhan saja. Orang-orang yang mendalam ilmunya dengan pengamatan dan ketekunan yang tinggi, memiliki peluang untuk dapat memahami makna ayat-ayat mutasyabih tersebut.

Baca Juga: Manuskrip Hadis dan Tafsir dalam Catatan, Sejak Kapan Keduanya Muncul

Makna Umm Al-Kitab

Terakhir, makna dari umm al-kitab. Ath-Thabari, menyamakan umm al-kitab dengan asl-al kitab (inti dari kitab), definisi ini berimplikasi pada umm al-kitab adalah ayat-ayat muhkamat, karena dalam al-Qur’an porsi paling banyak merupakan ayat muhkamat.

Senada dengan ath-Thabari, al-Zamakhsyari juga berpendapat demikian, muhkamat diciptakan sebagai basis atau dasar penafsiran untuk menafsirkan ayat-ayat mutasyabih.

Perbedaan Metodologis Kedua Mufasir

Perbedaan metodologis penafsiran dan pemahaman (aliran teologis) memang menjadi suatu dinamika tersendiri dalam sebuah penafsiran al-Qur’an.

Ketika dua penafsiran, antara ath-Thabari dan al-Zamakhsyari dipertemukan menghasilkan hasil yang memperkaya khazanah penafsiran dari sudut pandang yang berbeda.

Perbedaan yang mencolok, diurai dengan baik oleh Sahiron menggunakan analisis komparatif dan sudut pandang mufassir klasik lainnya. Pada intinya, kedua mufassir ini memang berbeda dalam kebolehan menafsirkan ayat-ayat mutasyabih.

Ath-Thabari yang bersikeras dengan pendapatnya bahwa tidak ada yang boleh menafsirkan ayat mutasyabih selain Allah, sedangkan al-Zamakhsyari membolehkannya.

Menurut penulis, perbedaan membaca fungsi waw pada penggalan ayat wa rosikhuuna fil ilmi menjadi satu kunci yang membedakan hasil penafsiran mereka.

Kemudian penafsiran dengan aspek bahasa tanpa mempertimbangkan ayat-ayat lain yang berkaitan, menjadikan penafsiran al-Zamakhsyari cenderung pendek.

 Bahkan, Sahiron mengatakan, al-Zamakhsyari agaknya reduksionis dalam memahami makna muhkam dan mutasyabih ini, karena ia hanya mengacu kepada aspek teologis.

Baca Juga: Ragam Penafsiran Al-Qur’an di Masa Modern dan Kontemporer

Penilaian Penulis Terhadap Artikel Tulisan Sahiron

Pada akhirnya, tulisan Sahiron Syamsuddin ini memperkaya diskusi mengenai penafsiran atau makna Muhkam dan Mutashabih (Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Goldziher, McAuliffe dan Kinberg) serta diskursus studi tafsir secara luas.

Sahiron berhasil menampilkan perdebatan kedua aliran teologis yang berbeda, dengan pendekatan hermeneutika yang komparatif, terstruktur, dan rapi.

Adapun hal yang menjadi persoalan lebih mengenai hasil penelitian, seperti definisi yang dibuat oleh al-Zamakhsyari maupun Ath-Thabari seakan akan tidak jauh berbeda, hanya menukar pendapat atau dalam kata lain hanya berbeda konsep yang satu.

Terakhir, perlu adanya penelitian lebih lanjut yang membahas mengenai ini. Apakah memang kedua tokoh ini berbeda secara substansial atau hanya perbedaan dalam mendefinisikan? Wallahu A’lam

Oleh: Ahmad Faaza Hudzaifah
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

Tags: Makna Muhkam dan Mutashabihulumul Qur'an

Artikel Terkait

tafsir_al-azhar
Al-Qur'an dan Tafsir

What’s modern about modern tafsīr? A closer look at Hamka’s Tafsīr al-Azhar

14 November 2024
One Day One Juz
Al-Qur'an dan Tafsir

One Day One Juz: Komunitas dalam Kehidupan Beragama di Era Digital

7 September 2024
Hermeneutika humanis by sukidi
Al-Qur'an dan Tafsir

Hermeneutika Humanis Gagasan Nasr Hāmid Abu Zayd Menurut Sukidi

5 September 2024
The European Qur’an
Al-Qur'an dan Tafsir

The European Qur’an: Mengenal Lebih Dekat Proyek besar Studi Qur’an di Eropa

4 September 2024
Al-Qur’an pada Masa Rasulullah: Meniti Sejarah Awal Isam
Al-Qur'an dan Tafsir

Al-Qur’an pada Masa Rasulullah: Meniti Sejarah Awal Isam

28 August 2024
Manuskrip Hadis dan Tafsir dalam Catatan, Sejak Kapan Keduanya Muncul
Al-Qur'an dan Tafsir

Manuskrip Hadis dan Tafsir dalam Catatan, Sejak Kapan Keduanya Muncul

24 August 2024
Next Post
The European Qur’an

The European Qur’an: Mengenal Lebih Dekat Proyek besar Studi Qur’an di Eropa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

tafsir_al-azhar
Al-Qur'an dan Tafsir

What’s modern about modern tafsīr? A closer look at Hamka’s Tafsīr al-Azhar

by admin_seratlontar
14 November 2024
0

Written by Mun’im Sirry | Review Article This article was written by Mun’im Sirry which light up Tafsir Al-Azhar in...

Jurnal_Al-Manar

Pengaruh Jurnal Al-Manar terhadap Produk Fatwa di Kawasan Asia Tenggara

2 October 2024
Falsifikasi_Karl_Popper

Falsifikasi Karl Raimund Popper dalam Catatan A. Setyo Wibowo

24 September 2024
Studi_Islam

Studi Islam dalam Lintas Sejarah: Suatu Pengantar

23 September 2024
orientalisme

Menguak Alasan ‘Orientalisme’ Ditulis Sebagai Sebuah Buku

25 September 2024
Peran_Kebijakan_Publik

Peran Kebijakan Publik Terhadap Kasus BLBI

20 September 2024

Artikel Populer

  • Jurnal_Al-Manar

    Pengaruh Jurnal Al-Manar terhadap Produk Fatwa di Kawasan Asia Tenggara

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Menguak Alasan ‘Orientalisme’ Ditulis Sebagai Sebuah Buku

    486 shares
    Share 194 Tweet 122
  • Memahami Hadis secara Mendalam: Antitesa Kesalahpahaman

    473 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Makna Muhkam dan Mutashabih menurut sudut pandang Tabari danZamakhsyari

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • The European Qur’an: Mengenal Lebih Dekat Proyek besar Studi Qur’an di Eropa

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • What’s modern about modern tafsīr? A closer look at Hamka’s Tafsīr al-Azhar

    472 shares
    Share 189 Tweet 118

Copyright © 2024 Serat Lontar

All Rights Reserved

Open chat
Powered by Joinchat
Selamat datang di seratlontar.com. Kami merupakan platform media informasi dan pengetahuan. Kami juga menyediakan pelatihan menulis bagi pemula untuk meningkatkan kemampuannya dalam menulis supaya mereka dapat menyalurkan ilmunya dengan baik kepada pembaca.